Kenapa Ada Perbedaan Harga Majalah Berdasarkan Daerah??


Bagi anda yang berlangganan dan sering membaca majalah atau tabloid atau surat kabar, tentu sudah tidak asing lagi dengan tulisan kecil di bagian pojok atas atau bawah majalah itu. Ya, di situ biasanya tertera harga jual majalah tersebut. Bila diperhatikan, umumnya ada dua harga yang tertera, yaitu harga yang berlaku untuk daerah jawa dan luar jawa. Misalnya majalah A harganya Rp8.000,00 untuk Pulau Jawa dan Rp9.000,00 untuk luar Pulau Jawa. Tahukan Anda mengapa produsen memberlakukan dua macam harga seperti itu?   Kebijakan dari produsen tentu bukan tidak berlasan.


Dalam dunia ekonomi bisnis, ada istilah Pricing Policy. Ini adalah salah satu strategi produsen atau perusahaan dalam menjual produknya. Produsen akan memberikan harga pada tiap produknya berdasarkan target yang ingin dicapai. Maka dari itu, harga dari sebuah produk dapat berbeda-beda.

Salah satu pricing policy yaitu Multiple Zone Pricing. Kebijakan inilah yang menyebabkan adanya perbedaan harga untuk majalah atau surat kabar di daerah/zona yang berbeda. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh biaya pengiriman ke daerah, biaya trasportasi, tingkat persaingan di daerah, atau tingkat permintaan di daerah tersebut.

Ada banyak jenis pricing policies dalam dunia ekonomi bisnis. Berikut penjelasannya:

Skimming Pricing
Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru atau inovatif selama tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat. Biasa kita temui pada produk telepon seluler.

Penetration Pricing
Strategi harga penetrasi ialah dimana perusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah, dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat.

Prestige Pricing
Strategi dimana menetapkan harga yang tinggi demi membentuk pandangan kualitas produk yang tinggi kepada publik dan umumnya dipakai untuk produk elit dan khusus.

Price Lining
Strategi lining pricing adalah strategi dimana memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda (mengelompokkan).

Odd-Even Pricing
Strategi menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contohnya dapat Anda temui pada selebaran katalog minimarket yang mencoret harga dan memberi harga sedikit lebih rendah di sebelahnya.

Demand Backward Pricing
Strategi harga demand-backaward ialah menentukan harga akhir yang dapat diterima oleh pelanggan dan bekerja dibelakang untuk menentukan apa yang dapat dibebankan oleh perusahaan terhadap pelanggan. Strategi ini banyak ditemui pada produsen makanan ringan atau snack. Mereka mengurangi isinya sedikit demi sedikit untuk menjaga harga snack tersebut tetap diterima oleh konsumen.

Bundle Pricing
Penetapan harga dengan cara menjual produk dalam satu paket dengan satu harga tertentu yang lebih murah dibanding membeli satu unik produk masing-masing.

Standard Markup Pricing
Harga ditentukan dengan jalan menambahkan presentase tertentu dan biaya pada semua item dalam suatu kelas produk.

Single Zone Pricing
Semua pembeli membayar delivered price yang sama dimana pun mereka berada. Contohnya, harga shampoo dan sabun Dove di minimarket daerah Sumatera Utara sama dengan di Jawa Timur.

Multiple Zone Pricing
Perusahaan membagi daerah penjualannya menjadi beberapa daerah geografis, setiap pembeli yang berada dalam daerah yang sama akan menanggung delivered price yang sama. Besarnya delivered price tergantung pada biaya trasportasi, tingkat persaingan, dan tingkat permintaan di daerah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar